Rabu, 20 Januari 2010

Sarkowi Jabat Direktur Pemenangan Rita Widyasari

TENGGARONG, Poskota Kaltim
Setelah terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kukar periode 2010-2015, Ketua Umum DPD Partai Golkar Kukar Rita Widyasari S.Sos, MM menggelar Rapat Pleno Pertama dengan jajaran pengurus terpilih yang dirangkai dengan silaturahmi antar jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kukar periode 2010-2015, di Sekretariat DPD Golkar Kukar, Senin (18/1) lalu.
Dalam Rapat Pleno pertama itupun, akhirnya memilih dan menetapkan Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, S.Hut sebagai Direktur Pemenangan Rita Widyasari. Terkait terpilihnya Sarkowi V Zahry sebagai Direktur Pemenangan Rita Widyasari saat Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) langsung Mei 2010 nanti. Rita Widyasari menyatakan ada berbagai pertimbangan terutama menyangkut kemampuan secara teknis Sarkowi dilapangan. Dimana Sarkowi, telah berpengalaman dan berkompeten dimana hal itu terlihat dari keberadaannya yang menduduki posisi Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur. 
Secara terpisah, Sarkowi juga menjelaskan proses terpilihnya sebagai Direktur Pemenangan Rita Widyasari menjadi Bupati Kutai Kartanegara. Sebetulnya ia sendiri sempat berpikir lama, dimana didalam hatinya sempat bertanya apakah bisa menjalankan amanah tersebut. Melalui komitmennya sebagai kader partai yang siap berjuang untuk membesarkan partai Golkar, serta mendukung penuh calon bupati Kukar dari Partai Golkar untuk menang dalam Pilkada Mei 2010 mendatang. Iapun menyatakan siap mengemban tugas tersebut. 
"Sebagai kader Partai Golkar, harus siap mengemban perintah partai. Salah satunya siap berjuang untuk menjadikan Rita Widyasari sebagai Bupati Kutai Kartanegara," tegas Sarkowi. 
Ditambahkannya, mengenai mekanisme tim pemenangan yang nantinya terbentuk, akan menggunakan sistem manajemen perusahaan. Dimana mampu bertindak cepat dan praktis demi mengejar hasil yang besar (Profit Oriented). Dengan begitu akan tercapai tujuan dan sasaran yang sesuai dengan yang diharapkan. 
Tak lupa dalam kesempatan itu, Sarkowi juga meminta ijin serta dukungan dari semua pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten, PTK dan PTD serta Organisasi Sayap Partai yang didirikan dan mendirikan berikut seluruh kader partai Golkar Kutai Kartanegara untuk bersama-sama berjuang untuk mensukseskan dan mengantarkan Rita Widyasari sebagai Bupati Kutai Kartanegara periode 2010-2015.kip/dp 


Senin, 18 Januari 2010

Perempuan Terlahir sebagai Pemimpin


Dr. Lois P. Frankel, seorang penulis bestseller yang sering menulis tentang pengembangan diri perempuan, mencoba menegaskan bahwa perempuan melalui sifat-sifat alamiahnya, memang terlahir menjadi seorang pemimpin. 
Dalam buku-buku dia sebelumnya, Nice Girls Don't Get the Corner Office dan Nice Girls Don't Get Rich, Frankel menuliskan 176 kesalahan yang dilakukan perempuan dalam mengejar tujuan finansial maupun profesional mereka. Buku yang baru ini tidak lagi memfokuskan diri pada kesalahan, melainkan pada strategi yang membantu para perempuan memunculkan kemampuan kepemimpinan mereka dalam berbagai situasi. 
Bukan berarti para perempuan tidak lagi melakukan kesalahan dalam hal kepemimpinan. Ya, mereka masih melakukannya. Tempatkanlah seorang gadis manis dalam sekelompok laki-laki dan perempuan, maka perempuan pasti akan menunggu seorang laki-laki --atau, perempuan yang lebih berkuasa-- untuk mengambil kendali.
Mintalah seorang gadis manis untuk mengambil keputusan untuk suatu kelompok, maka dia akan mengambil suara sebelum bertindak. Berikanlah sekelompok orang untuk dipimpin kepada seorang gadis manis, maka dia akan memperlakukan mereka seperti keluarga. Bukan, sekelompok orang yang mengandalkannya untuk kepemimpinan yang mampu membuat keputusan cepat dan percaya diri tapi manusiawi. Dan, dengan itu, dia menyangkal karunia bakat yang dimilikinya, yang bisa dimanfaatkan untuk menjadikannya seorang pemimpin teladan. Kaum perempuan selalu memimpin setiap saat --mereka hanya tidak menyebutnya kepemimpinan. 
Dengan istilah yang tidak teoritis dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini menunjukkan kepada Anda berbagai hal dan kualitas kepemimpinan yang sudah Anda perlihatkan. "Saya menulis buku ini karena saya ingin Anda melihat bahwa Anda seorang pemimpin dan Anda benar-benar mempunyai apa yang diperlukan untuk memimpin sebuah keluarga, proyek, tim, departemen, perusahaan atau negara," demikian tulis Frankel dalam Pendahuluan bukunya. 
Feminisasi Kepemimpinan
Frankel berpendapat, jika ada satu waktu dalam perjalanan sejarah di mana kepemimpinan perempuan benar-benar diperlukan, maka sekaranglah saatnya. Karena, masa kepemimpinan yang bercorak perintah dan kendali pada masa sekarang semakin tidak bisa dipertahankan. Saat ini, dibutuhkan kualitas-kualitas kepemimpinan yang banyak di antaranya kualitas-kualitas alamiah seorang perempuan. 
Selama berabad-abad, perempuan tanpa sadar menyempurnakan kualitas penting yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang sukses. Entah didapatkan dari lahir atau dari pola asuh, perempuan mahir membangun hubungan, mendorong dan memotivasi orang lain untuk berhasil, membentuk cara berkomunikasi mereka dengan hati-hati, serta menciptakan lingkungan yang saling percaya dan aman.
Di sisi yang lain, fakta menunjukkan kepemimpinan perempuan masih sangat sedikit. Buku ini mengutip penelitian yang dilakukan Catalyst, kelompok penelitian perempuan terbaik di Amerika yang menemukan, walaupun perempuan merupakan 46,4 % dari tenaga kerja, hanya ada 8 CEO perempuan di perusahaan kategori Fortune 500. Serta, hanya 5,2 % perempuan yang termasuk dalam jajaran orang berpenghasilan tertinggi dan hanya 7,9 % yang menyandang jabatan tertinggi dalam perusahaan-perusahaan itu. 
Namun, isyarat akan adanya perubahan positif ditunjukkan oleh penelitian Catalyst yang lain, yang mendapati bahwa perusahaan dengan posisi manajemen senior sebagian besar dipegang oleh perempuan mempunyai laba atas ekuitas 35 % lebih tinggi, dan total laba atas investasi pemegang saham 34 % lebih tinggi. Dari data-data ini kita dapat melihat peluang yang besar bagi perempuan untuk memaksimalkan potensinya sebagai pemimpin. 
Model Kepemimpinan Perempuan
Frankel mengemukakan enam nilai yang menjadi model kepemimpinan perempuan yang menurutnya adalah model kepemimpinan yang diperlukan pada saat ini. Keenam nilai itu adalah penetapan arah, mempengaruhi orang lain, pembentukan tim, pengambilan resiko, kemampuan memotivasi, dan kecerdasan emosi. 
Membaca buku ini mengingatkan saya pada buku-buku psikologi populer yang pernah meledak di pasaran Indonesia maupun dunia, seperti Personality Plus karangan Florence Littauer, atau Emotional Intelligence dari Daniel Goleman, karena dalam buku ini banyak sekali teori-teori kepemimpinan yang mendalam, namun disajikan dengan cara yang sangat mudah dimengerti. Buku ini juga dilengkapi test untuk mengukur seberapa baiknya Anda dalam keenam nilai di atas. 
Setelah mengetahui titik kelemahan dan kekuatan kita dalam nilai-nilai kepemimpinan itu, Frankel mengajari kita bagaimana membenahi kemampuan-kemampuan tersebut yang menurutnya pada dasarnya merupakan kapasitas alamiah seorang perempuan.***





Selasa, 12 Januari 2010

Sukses Bina Atlit, Sukses Bina Prestasi

TENGGARONG, Poskota Kaltim 
KONI Kutai Kartanegara melalui kepemimpinan Ketua Umum Rita Widyasari S.Sos MM berkomitmen untuk menggali potensi atlit lokal berprestasi. Yang mana nantinya akan bisa mewakili Kabupaten Kutai Kartanegara diberbagai even pertandingan, baik tingkat provinsi, nasional bahkan internasional umumnya, khususnya mendekati Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) di Bontang September 2010 mendatang. Untuk mendukung hal iti, KONI Kukar menggelar open turnamen KONI Cup di 18 Kecamatan dengan mempertandingkan sejumlah cabang olah raga. 
Sebagaimana pembukaan open turnamen KONI Cup cabang olah raga Sepak Bola di Kecamatan Tenggarong yang dibuka langsung oleh Rita Widyasari, Senin (11/1) kemarin, di Stadion Rondong Demang untuk meperebutkan tropi Ketua Umum KONI Kukar serta merebutkan hadiah uang pembinaan dengan total sebesar Rp.150 juta. 
Rita dalam sambutannya mempertegas bahwa saatnya sukses melakukan pembinaan atlit serta sukses prestasi. Dalam artian bahwa melalui kepemimpinannya di KONI Kukar, maka sangat diprioritaskan atlit lokal Kutai Kartanegara yang mewakili daerah dalam even kejuaraan. Hal itu bukan dilakukan dengan mempersiapkan atlit secara instan melalui mutasi atlit dari luar daerah. Namun bagaimana melakukan pembinaan atlit melalui berbagai persiapan-persiapan latihan termasuk diikutkan dalam berbagai kejuaraan. 
"Karena itulah melalui KONI Cup ini, nantinya akan terpilih atlit-atlit berprestasi yang sebelumnya juga akan dilakukan penyeleksian di tingkat Kabupaten. Sampai terpilih atlit berprestasi yang handal," tegasnya. 
Bahkan turut disinggung Rita melalui open turnamen KONI Cup ini akan menjadikan ajang olah raga sebagai upaya mempererat talisilaturahmi dan persahabatan. 
"Sekaligus menunjang terciptanya masyarakat yang sehat, sebagaimana istilah Mens Sana In Corpore Sano dalam arti "Jiwa Yang Sehat Dalam Tubuh Yang Sehat," tegas Rita. 
Seiring dengan itu, Rita mempertegas kepada semua atlit binaan KONI Kutai Kartanegara kedepannya memang harus berjuang untuk mempertahankan Juara Umum Poprov di Bontang. Dan itu merupakan kebanggaan tersendiri jika bisa mempertahankan Juara Umum melalui atlit lokal Kutai Kartanegara. 
"Kita akan bangga dengan pretasi Juara Umum Porprov di Bontang melalui atlit Kutai Kartanegara sendiri, dari pada menjadi Juara Umum namun melalui atlit mutasi luar daerah," lanjut Rita.
Saat pembukaan juga ditandai dengan ppertandingan perdana Iwak Dingin FC dengan Ateng FC, yang mana keluar sebagai pemenang adalah Iwak Dingin FC karena Ateng FC tidak hadir dalam pertandingan perdana tersebut. Sementara itu, dilanjutkan dengan pertandingan antara PS Karamel melawan Kamel FC. Sedangkan pada pertandingan besok dipertandingkan Gamen FC melawan Rippers serta Mitra Badak melawan Panji Putra di Lapangan Sepak Bola Loa Tebu.kip/dp


Anggaran Pemberdayaan Perempuan Patut Diperjuangkan

TENGGARONG, Poskota Kaltim
Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Rita Widyasari S.Sos MM menyatakan sangat mendukung jika perempuan di Kabupaten Kutai Kartanegara ini maju. Dalam artian maju mendukung program pembangunan, sekaligus sebagai pelaku pembangunan. 
"Setidaknya ada anggaran terhadap pemberdayaan perempuan sebesar 2 persen dari APBD. Itu yang patut untuk direalisasikan dalam APBD 2010, maupun yang akan datang," tegas Rita Widyasari, saat kunjungan kerja di Kecamatan Loa Janan dan Kecamatan Sebulu baru-baru ini. 
Melalui anggaran tersebut, diharapkan bisa memotivasi semangat perempuan yang ada. Yang mana anggaran tersebut bisa diimplementasikan untuk membuka Kelompok Usaha Bersama (KUB), baik itu dikelola oleh kelompok ibu-ibu pengajian dan shalawat berikut kelompok Ibu-Ibu lainnya. Misalkan saja, kelompok usaha menjahit, bordir, salon kecantikan maupun pembuatan kue sampai pengemasan hingga pemasaran. 
Langkah ini, ditegaskan Rita untuk mendukung kaum perempuan di Kabupaten Kutai Kartanegara turut berpartisipasi langsung sebagai pelaku pembangunan. Bukan hanya sebagai penonton ataupun sebagai Ibu Rumah Tangga. Namun bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian keluarga khususnya serta menopang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) umumnya. 
"Kaum perempuan di Kutai Kartanegara harus bangkit. Seperti apa yang telah diperjuangkan Pahlawan Nasional RA Kartini. Saya berkeinginan kaum perempuan Kukar lebih maju. Dengan kata lain tidak hanya sebagai penonton atau sebagai ibu rumah tangga yang tidak bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan ekonomi keluarga. Tetapi sebaliknya memposisikan kaum perempuan ikut memberikan kontribusi bagi perekonomian keluarga dan perekonomian pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara umumnya," lanjutnya.kip/dp


Pendidikan Harus Jadi Primadona di Kukar

TENGGARONG, Poskota Kaltim
Kabupaten Kutai Kartanegara memang dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, baik itu dari sektor migas maupun batu bara. Tetapi harus dipikirkan bagaimana jika SDA yang terus dieksploitasi nantinya habis. Juga perlu digarisbawahi bahwa PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari non SDA hanya mencapai Rp.200 miliar per tahun. Atas hal itulah, Ketua DPRD Kutai Kartanegara Rita Widyasari S.Sos MM mengajak semua komponen masyarakat proaktif untuk menggali potensi lain, yang mana bisa memberikan hasil terhadap peningkatan pemasukan PAD. 
Salah satunya bagaimana menjadikan pendidikan sebagai primadona di Kukar yang mana bisa mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yang mana akan menunjang penciptaan lapangan kerja baru yang bisa memberikan kontribusi terhadap bagi pemasukan PAD. Hal itu dikemukan Rita Widyasari saat menjadi pembicara pada Seminar Pendidikan Tingkat Nasional PGRI Kabupaten Kutai Kartanegara di Gedung Puteri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Jumat (8/1) lalu. 
Bahkan Rita mempertegas, bahwa semua komponen masyarakat Kukar harus bersemangat dan bersatu padu untuk menjadikan pendidikan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Ini langkah untuk mengantisipasi keberadaan sumber daya alam yang terkikis, tetapi bisa diminimalisir melalui peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. 
"Bagaimana kita berpikir untuk membuka lapangan pekerjaan dan menambah PAD. Maka dari itu semua stake holder yang ada harus proaktif mendukungnya. Mengingat ke depan Kukar jangan terus berharap atas pembagian hasil tambang maupun migas, karena suatu saat Sumber Daya Alam itu akan habis," katanya.  
Bukan hanya itu. Rita Widyasari yang juga calon Bupati Kukar dari Partai Golkar sangat mendukung suksesnya program wajib belajar 12 tahun, bahkan siap berupaya untuk mewujudkan Kabupatem Kutai Kartanegara bebas buta aksara, melalui program Zona Bebas Buta Aksara. 
Termasuk berupaya untuk mewujudkan peningkatan insentif guru yang ada dipedalaman seperti yang ada di Kecamatan jauh. Misalkan saja di Kecamatan Marang Kayu atau Tabang. Sehingga guru yang ada disana termotivasi untuk mencapai hasil PBM (Proses Belajar Mengajar) yang maksimal. Hal ini menunjang pemerataan kesejahteraan antara guru yang ada di kota dengan yang ada di pedalaman. 
"Termasuk perlunya peningkatan kualitas tenaga guru yang ada, dengan mengikutkan program pendidikan secara berjenjang, baik itu mewujudkan tenaga guru meraih pendidikan Strata II (S2) bahkan Strata III (S3)," tegasnya. 
Ditambahkan mengingat keberadaan buku-buku Ilmu Pengetahuan yang dipergunakan baik pelajar SD, SLTP, SMA sangat mahal. Hal itu menjadi permasalahan yang segera teratasi, dimana sempat muncul penyataan dari orang tua wali murid khususnya ibu-ibu. Yakni pemerintah telah memprogramkan sekolah gratis, namun buku-buku PBM (Proses Belajar Mengajar) yang mahal. Maka Rita Widyasari juga mengharapkan adanya insentif buku yang berkualitas. 
"Jangan sampai pelajar yang ada di Kukar tidak memiliki buku panduan PBM, tapi bagaimana semua pelajar diberbagai tingkatan yang ada di Kukar semuanya memiliki buku panduan melalui dukungan insentif buku tersebut," lanjutnya.kip/dp


Rabu, 06 Januari 2010

Istri Syaukani Rayakan HUT ke-60

TENGGARONG: Di penghujung tahun tepatnya bulan Desember merupakan bulan penuh kenangan bagi keluarga besar mantan Bupati Kutai Kartanegara, Prof. DR. H. Syaukani HR,SE,MM. Pasalnya, tepat pada tanggal 28 Desember 2009 lalu, Ny. Hj. Dayang Kartini Syaukani tengah merayakan HUT (Hari Ulang Tahun) ke-60 secara sederhana di rumah dinas Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Senin (28/12) malam lalu.
Sebelumnya, cucu Syaukani yakni Kelly dan Kenny merupakan putri kembar pasangan Endri Elfran Safril,S.Sos,MM dan Rita Widyasari,S.Sos,MM juga tengah merayakan ulang tahun ke-6 tahun tepatnya 27 Desember 2009 bertempat di Sekretariat Gerbang Raja Tenggarong. 
Perayaan ulang tahun tanpa dihadiri sang suami tersebut ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng dan kue ulang tahun oleh Ny Dayang Kartini Syaukani, didampingi kedua putrinya Silvi Agustina SE dan Rita Widyasari beserta suami.
Ny. Dayang Kartini Syaukani mengatakan acara ulang tahun ini sekaligus reuni yakni bertemu kembali dengan teman-teman khususnya di organisasi kewanitaan. 
"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran teman-teman yang telah sudi datang di acara ulang tahun saya, acara ini juga sebagai bentuk reuni dengan teman-teman lama saya,"ucapnya.
Di HUT ke-60 ini, ia berharap besar kepada masyarakat Kutai Kartanegara dimurahkan hati agar tetap mencintai dan menyayangi keluarga besarnya. Serta mendoakan agar putrinya, Rita Widyasari yang resmi maju sebagai calon Bupati Kukar diusung Partai Golkar tersebut tetap dicintai masyarakat dan berhasil meraih apa yang Ananda (Rita,red) cita-citakan. 
Sementara itu, Rita Widyasari dalam sambutannya yang mewakili keluarga besar Syaukani, menghendaki ingin seperti Ibunya. Mengingat Ny. Hj. Dayang Kartini merupakan sosok wanita yang patut diteladani. Karena merupakan wanita yang setia dan selalu tabah dengan segala cobaan yang mewarnai perjalanan kehidupannya sebagai istri mantan Bupati Kukar selama dua periode. 
"Melalui Ultah Ibunda ke-60 tahun, seiring dengan akan berakhirnya tahun 2009 menuju pergantian tahun 2010 ini merupakan bentuk momentum kebangkitan wanita di Kabupaten Kutai Kartanegara," ujar Rita Widyasari. 
Dalam kesempatan itu, Rita juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang berkenan hadir dalam perayaan Ultah Ibundanya yang penuh dengan rasa kebersamaan. Karena sudah lama tidak bertemu dengan teman-temannya. Termasuk mengharapkan doa dari Ibundanya, supaya tidak putus-putus dan selalu mendoakannya tetap berkarier. Dan berkat doa Ibundanya pula, Rita Widyasari menegaskan berhasil menduduki jabatan tertinggi, yakni sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara. 
"Saya juga mendoakan agar Ibunda panjang umur, diberikan ketabahan dan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT," tutur Rita. 
Diusia ke-60, putri pasangan Awang Bustani (mantan Kepala Dinas Pertanian Cabang Sanga-Sanga) dan Badariah lahir di Tenggarong 28 Desember 1949 ini yang merupakan anak ke-3 dari 7 saudara itu telah dikaruniai 3 anak dan 7 cucu hasil pernikahannya dengan Syaukani yang akrab disapa Kaning tersebut.
Selain dihadiri ratusan ibu-ibu anggota PKK serta organisasi kewanitaan lainnya seperti HWK (Himpunan Wanita Karya), YJI (Yayasan Jantung Sehat), turut juga dihadiri para pejabat Muspikab Kukar, kepala dinas/instansi serta tokoh masyarakat Kukar lainnya.kip


Rapatkan Barisan Menangkan Rita Widyasari di Pilkada

Golkar Kukar Segera Gelar Rakerda
TENGGARONG: Tepat tanggal 4 Januari 2010, Partai Golkar Kukar akan melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Kegiatan itu akan digelar di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang. Dan dipastikan dibuka oleh Ketua Umum Golkar Kaltim H Mukmin Faisal HP,SH,MH. Serta dihadiri pengurus koalisi parpol, ratusan tokoh agama dan masyarakat Kukar.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Abdul Khadir, jumlah peserta yang ikut Rakerda mencapai 1.000 orang. Mulai pengurus Golkar tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. "Rakerda dilakukan untuk merapatkan barisan kepengurusan Golkar dan sayap Golkar Kukar untuk menghadapi pelaksanaan Pilkada Kukar 2010," jelas Abdul Khadir.
Abdul Khadir menambahkan, selain konsolidasi kepengurusan Golkar untuk Rita Bupati Kukar, pada Rakerda nantinya akan dilangsungkan penyampaian visi-misi Rita Widyasari dengan program Gerbang Raja (Gerekan Pengembangan Rakyat Sejahtera).
"Pemaparan visi dan misi perlu dilakukan dalam momen Rakerda tersebut, supaya kepengurusa Golkar dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa memahami program kerja Ibu Rita Widyasari dan memenangkan sebagai Bupati untuk kesejahteraan rakyat Kukar kedepannya," kata Abdul Khadir.
TETAPKAN CAWABUP
Melalui Rakerda Golkar Kukar, lanjut Abdul Khadir sebagai wahana untuk menggalang dan merapatkan barisan kesiapan untuk pemenangan Rita Widyasari sebagai Bupati Kukar. Dan tak menutupkemungkinan melalui Rakerda nantinya juga akan ada penetapan calon wakil bupati Kukar yang diusung Partai Golkar.
"Besar kemungkinan dalam Rakerda nanti juga akan ada pembahasan menyangkut penetapan pendamping Ibu Rita Widyasari, sebagai Bupati Kukar," terang Abdul Khadir.
Perlu diketahui bahwa, bahwa pelamar sebagai calon wakil bupati yang mendampingi Rita Widyasari maju di Pilkada Kukar 2010 mencapai 38 orang. Saat ini tim penjaring Calon Bupati-Wakil Bupati Kukar melakukan penjaringan untuk mengodok nama-nama yang tepat dan pantas untuk mendapingi sosok Rita Widyasari.
Kabar santer, pendaping Rita Widyasari adalah Sabir Nawir tokoh masyarakat pesisir yang merupakan kader Partai Demokrat dan sekarang duduk dilembaga DPRD Kukar. Masyarakat pesisir, tengah dan ulu merasa cukup yakin, duet Rita-Sabir akan menjadi kekuatan membawa kemenangan untuk Pilkada dan rakyat Kukar 2010 mendatang.awi